Aloha... ::Jejak Tse Rangga::

Iman's posts with tag: asteng

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag asteng

Pagi jam 6, kami check out dr Red Sun Guest House. Menuju meeting point penjemputan bis yg akan mengantar kami menuju Pnomh Penh.
Pagi itu kota Ho Chi Minh cerah sekali. Orang lalu lalang dengan aktifitasnya masing2. Ada yg sedang joging, pergi kerja, berangkat sekolah dan macam2 aktifitas lainnya.

Setelah menunggu sktr setengah jam, bis yg kami tunggu pun datang. Cukup nyaman.. Kondekturnya sedikit (banget) bs memahami bahasa inggris (plus bahasa tarzan pastinya). Akhirnya perjalanan pun dimulai.

Sepanjang perjalanan, kamipun akhirnya menyadari bahwa kota Ho Chi Minh adalah kota motor. Hampir disemua ruas jalan berjubel kendaraan roda dua ini dan hanya sedikit menyisakan ruang untuk mobil.
Perjalanan menuju perbatasan Moc Bai ditempuh kurang lebih 2 jam. Mengisi waktu, aku membuka novel Gajah Mada yg memang sdh dipersiapkan u/ mengisi waktu luang. Sambil sesekali berdiskusi tentang kota Ho Chi Minh yg br kami tinggalkan dan Pnomh Penh yg akan kami tuju.

Tak terasa udah sampai perbatasan Moc Bai. Dengan bantuan dr kondektur bis, kami tidak mengalami masalah yg berarti di imigrasi Vietnam atopun Cambodia. Hanya datang, menunggu nama dipanggil, trus masuk bis deh.. Malah masih sempet foto2 dl diluar gedung imigrasi (tetep narsis hehehe..).

Sepanjang perjalanan menuju Pnomh Penh, hanya ada hamparan tanah luas dikanan kiri jalan. Sesekali bis mengklakson dan ngerem mendadak, karena kerbau yg tiba2 nyebrang jalan. Perjalanan msh panjang, akhirnya memilih melanjutkan tidur sampe akhirnya tiba di terminal bis Pnomh Penh.

Sekitar jam setengah satu, sampailah di kota Pnomh Penh. Sungguh tidak mencerminkan sebuah terminal bis ibukota negara, mungkin kl dibandingkan dengan terminal bis yg ada di Indonesia tak beda jauh dengan terminal bis grogol (yg bahkan mungkin lebih bagus).
Setelah menghubungi hotel tempat kami menginap, kami pun dijemput dengan menggunakan tuktuk (akhirnya naek tuk2... senengnya..)
Chek in deh di Dara Reang Hotel...

::imansoe::
w/ Ocon, Aya, Cisil, Noer, Wahyudi
Canon EOS 350D Kit
Ho Chi Minh City - Pnomh Penh
10 April '06

Photo AlbumMenyusuri Malam Ho Chi Minh City (16 photos)Apr 24, '06 9:34 AM
for everyone

Puas menikmati kopi hitam di Trung Nguyen Cafe, perjalanan berlanjut menyusuri remang2 HCMC. Sungguh suasana yang nyaman berada di kota yg tentram ini.. Menyusuri seputar 'alun2' dan independece palace, sayang dah malam. Jd ga bs mampir u/ sekedar memuaskan keingintauan yg cukup kental mengeksplor dengan foto megahnya interior istana.

Kembali ke Ben Thanh market, tawar menawar harga barang dilakukan dengan bahasa tarzan plus kalkulator. Suasana pasar yg meriah di malam hari, penuh dengan warung tenda yg berjualan makanan dan pakaian. Sayang.. hampir disemua warung menjajakan b2 dalam menunya.. Gagal de mencoba makan & kongkow di tengah pasar pusat kota Ho Chi Minh. Hiks...
Puas berkeliling, kami menutup hari itu dengan makan malam (sekali lg) di KFC. Krn tdk menemukan makanan yg "layak" u/ dimakan...
Malam tidur nyenyak agar bsk bisa menikmati perjalanan menuju Moc Bai border, trus menyebrang ke Cambodia..

Ho Chi Minh City
9 April '06
::iman::


Good Morning, Vietnaaammmm.....!!!! Sepotong kalimat yang diucapkan penyiar Cronauer (Robin Williams) dalam film Good Morning, Vietnam garapan Barry Levinson, menjadi kalimat pembuka siaran radionya ketika masa perang Vietnam yg berseting tahun 1965. Mengingatkan kembali nuansa Vietnam jaman dulu. Saat dimana perang msh berkecamuk di selatan Vietnam ini. Terutama di wilayah Saigon.

Kota Saigon menjadi sebuah kota yg amat sering terdengar, bahkan cukup identik dengan Vietnam. Menginspirasi Matt Kramer membentuk band yg cukup tenar di awal 90an bernama Saigon Kick yang bermarkas di South Florida. Yah.... Itulah Saigon dimasa lalu...

Sisa2 ketenaran masa lalu sebuah kota yg pernah penuh dengan kecamuk perang, coba kami gapai saat pertama kali mendarat di Chang Hang Khong Quoc Te Tamson Nhat, airport internasional Saigon. Nama yg sangat panjang utk ukuran Bahasa Indonesia.
Hanggar2 raksasa yg sangat khas, merupakan hanggar lapangan terbang angkatan bersenjata, menghiasi aura airport tsb.
Panas terik langsung menemani pendaratan kami. Suasananya sangat tidak mencerminkan bahwa kami br saja mendarat di salah satu airport internasional, bahkan kota terbesar kedua setelah ibukota negara Hanoi. Seperti terminal bus aja. Iya... kayak stasiun kereta di daerah...
Perjalanan menuju penginapan kami di Red Sun, sungguh hanya bs kami nikmati saja, tanpa bs bertanya macem2. Soalnya sopirnya ga bs bahasa Inggris... Ya sudah... nikmati aja.. hehehehe...

Kesan pertama sama ni kota, bersih banget. Padahal jarang ngeliat tempat sampah lo.. Trus kabelnya si ngalah2in Indonesia untuk urusan amburadulnya... Belit sana.. belit sini... gak tau yg mana kabel telepon yg mana kabel listrik...

Setelah chek in, lgs ngabur cari makan, ketmu KFC di pengkolan. Lgs aja makan disana.. Abis ga nemu pilihan lain. Murah juga lo... Dan kita dapet posisi yg enak bgt di lantai 2, bs sambil nikmati orang2 yg lalu lalang.

Kenyang di KFC, lgs beredar muter2 kota Saigon (oya.. sekarang si namanya dah ganti jd Ho Chi Minh, salah satu tokoh Vietnam yg sangat terkenal). Maen2 ke pasar, belanja2.. tebar pesona ma dedek2 Vietnam yg putih2 dan manis2, trus sore itu berujung di Trung Nguyen Cafe. Menikmati secangkir kopi kental yg nikmat... Masing2 mesan 1 macem kopi supaya bs saling coba.. enak semua loh... Kudu mampir ke sini ni kl ke Ho Chi Minh City.

::imansoe::
w/ Ocon, Cisil, Noer, Aya, Ipeh & Wahyudi
Canon EOS 350D Kit
9 April 2006
Ho Chi Minh City




Wuuaaaaahhhhh......
Msh ngantuk berat berangkat subuh itu. Bangun jam 4. Kudu ngejar check in pesawat jam 7 pagi. Pesawat yg di pake... Adam Air... brrr.... :D Kumpul2 sempet deg2an ada yg telat datengnya. Setelah lengkap rame2 de check in.
Asyik... asyik.. jalan2 lg. Bersama 6 sahabat perjalanan (mas Arief, uni Dhian, Ocon, Ipeh, Wahyudi dan kaka Aya) yg akan barengan di sebelas hari kedepan. Akhirnya setelah obrolan & persiapan yg lumayan panjang, jadi jg Jelajah Asia Tenggara. Mengunjungi 4 negara. Mengunjungi 6 kota.

Bandara Hang Nadim, Batam menjadi tujuan. Dr bandara trus lanjut pake taksi ke Batam Center, pelabuhan penyebrangan menuju Singapura. Karena pake passport kota kelahiranku, Dumai, walhasil ga perlu bayar fskal.. hemat 500 rb :p.


Setelah 8 bulan lalu mampir kesini, seneng juga bisa beredar lagi di kota yg terkenal rapih ini.
Cozy Corner Guest House di area Bugis menjadi tujuan buat diinapin. Tempat yg nyaman. Sayangnya waktu yg berlarut2 di imigrasi Harbour Front menyita banyak waktu yg sedianya akan di pake buat sekedar muter2 kota. Mungkin karena long weekend kali ya, manusia Indonesia berjubelan masuk ke negri Singa ini. Entah itu belanja, sekedar transit ato memang pertama kali datang ke sini.

Sore itu, dengan ditemani Mie Siam dan segelas teh tarik, bersama Ocon dan Wahyudi menikmati sore yang teduh. Obrolan2 dan becandaan mengalir begitu aja. Apalagi ketika yang lainnya ikut bergabung, suasana semakin ceria. Yah.... walaupun ga sempet muter2 ke area wisata, kota Singapura.
Akhirnya menjelang maghrib, hanya menyusuri sepanjang bugis menuju Raffles, trus lanjut dengan bis menuju area Stadium Negara untuk mengunjungi Ambar, salah seorang moderator indobackpacker.com di Water Place. Nyam2.. makan2 gratis.. Met Ulang Taun ya Ambar. Sekalian perpisahan, kembali ke Inggris. Makanannya enak2.. Ada sate, soto, siomay, steak dan macem2. Lumayan masih makanan Indonesia.
Disini ketemuan juga sama 2 orang sahabat perjalanan yg sudah duluan kongkow di negri Singa ini, Cisil dan Dhiena. Ah... lengkap juga semuanya...

Esok paginya, siap2 lg menuju Budget Terminal, airport khusus Tiger Airways. Airport yg masih baru banget. Br akhir Maret dibuka. Sepi banget. Setelah check in yg singkat, boarding menuju pesawat. Memulai perjalanan panjang menuju kota Ho Chi Minh, Vietnam

::imansoe::
w/ Ocon, Aya, Noer, Wahyudi, Ipeh, mbak Dhian, mas Arief
Canon EOS 350D Kit
Singapura
8-9 April 2006

Photo Album[Trip Asteng I] Mesjid Shah Alam (12 photos)Sep 29, '05 12:28 AM
for everyone

Pagi hari
Saat mentari bersinar hangat
Dari halaman rumah Berry
Terbentang megah salah satu mesjid terbesar di Malaysia
Mesjid Shah Alam
Selangor

::iman::

Blog Entry[Trip Asteng I] Awal (Jkt - Btm) Aug 23, '05 7:17 AM
for everyone

Subuh itu sekitar jam 5 hari Sabtu tanggal 13 Agustus 2005, gw bangun dengan semangat lumayan membara. Sambil bersyukur ternyata bisa bangun subuh. Maklum pertama kalinya mo perjalanan jauh nyebrang negara, setelah sekian lama ngendon di kota Jakarta yg macet dan panas. Semalam ngepak tas ampe jam 12 malem. Gak cukup si istrirahatnya.. Tapi lumayanlah.. Setelah kelar persiapan pagi(mandi dll minus sarapan) tepat jam 6 gw berangkat menuju Terminal Pasar Minggu dengan menggunakan angkot Miniarta Depok - Pasar Minggu. Gak lupa ngirim SMS ke Son2, Noer ama Yanti.


Kebetulan di daerah Pasar Minggu sedang dibangun underpass. Dan sudah pasti macet menyambut dengan riangnya. Jadinya jalan kaki merupakan pilihan yg paling masuk akal. Lumayan jauh menuju terminalnya (ketimbang nungguin tu angkot sampe terminal). Di bis udah menunggu Son2 (yg selalu on time). Kita mo naek bis Damri yg jam 6.30. Sekedar info, Bis Damri mulai jalan ke airport dr jam 4 subuh. Setelah itu jam 5.00 br kemudian setiap setengah jam jalan 1 bis. Tiketnya lumyan murah. Hanya Rp. 10,000,- Ternyata di bis ketemu ama tante Nhana. Wow... dia mo ke Rinjani.. Gile bener, bukannya baru pulang dari Semeru, Tante.. Gw ama Son2 cuman bisa geleng2 kepala takjub. Cinta bener ama gunung. Sekitar jam 7an sampe di Airport Soekarno Hatta terminal 1A. Disana udah menunggu Yanti, salah satu temen yg juga bakal ngelakuin perjalanan bareng. Sempet foto2 narsis dulu sebelum chek in. Sekalian nungguin Noer yg tdnya sempet telat gara2 salah komunikasi antar kita. Niatnya bertiga ama Son2 dan Noer mo berangkat bareng dari Pasar Minggu. Ternyata Noer kena macet. Akhirnya setelah telpon2an dan SMS2an, ngambil solusi Noer langsung cabut ke Blok M. Naek bis Damri yg jam 7. Lumayan deg2an nungguin dia. Jadi inget waktu mo berangkat ke Ujung Kulon. Kan Noer juga yg telat.. Kesimpulannya jangan2 ni orang emang hobinya telat kali ya... Begitu Noer nyampe, buru2 deh kita chek in. Perjalanan Jakarta - Batam kami tempuh menggunakan pesawat Wings Air. Dapet tiket harga Rp. 308, 000,- Plus pajak bandara Rp. 20,000,- . Lumayan murah. Jadwal penerbangan jam 8.35 pagi. Lama perjalanan sekitar 1,5 jam. Sampe di Bandara Hang Nadim Batam sekitar jam 10an..


Sewaktu nungguin tas dari bagasi, ternyata abis ada kejadian lucu disana. Ada orang nabrak kaca pembatas ampe pecah. Mungkin saking beningnya tu kaca ampe dikira gak ada apa2nya ya... Dan yg hebatnya, kaca setebal itu bisa pecah. Wow... Sapa tu orang ya.. Di bandara Hang Nadim kami makan siang di rumah makan padang Singgalang. Hasil rekomendasi dari temen. Top banget rasanya. Berempat cuman habis sekitar Rp, 72,000,- makannya puas. Tempatnya dingin bisa sambil istirahat sambil ngecharge HP. Oya.. di Batam ternyata colokan listriknya pake yg kaki 3. Jadi kalo mo kesana siap2 bawa adapter kaki 3 ke kaki 2.


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help