
:
::
:::
"Dari Sabang sampai Merauke berjajar pulau2 Sambung menyambung menjadi satu itulah indonesia"Hampir semua dr kita tentu pernah mendengar cuplikan lagu diatas. Saat akan merapat di pelabuhan Balohan, Sabang, lagu itulah yg sempat terngiang dipikiran saya. Yaa.. saya akan menjejakkan kaki di kota yg namanya sangat akrab saya

dengar sejak keci
l itu.
Setelah beruntung bs mampir ke
kota Merauke beberapa waktu lalu. Akhirnya dengan perencanaan
nya yg cukup lama menyangkut itenary, tiket, waktu & dana, tiba jg disini. Pelabuhan Balohan sebagai pintu gerbang menuju
kota Sabang. Terlihat sederhana.
Transportasi menuju kota Sabang hanya ada L
300 dan beberapa kendaaraan sewa. Setelah sempat nego sana sini, akhirnya kami memilih menggunakan kijang u/ mengantarkan kami menuju pantai Iboih, tempat yg akan kami inapi. Sebelum kesana, kami memutuskan sekalian keliling Sabang.
Tujuan pertama yg kami datangi adalah
pantai Ujung Kareung di bagian timur pulau
Weh. Disini terdapat sentra industri kerajinan batok kelapa. Trus perjalanan berlanjut menyusuri pantai Sumur Tiga. Ada satu penginapan yg bagus, Santai Sumur Tiga. Waktu menjelang siang.. laper. Kami menuju ke pusat kota Sabang. DI jalan Perdagangan berjejer warung2 makan. Kami memilih salah satu re
sto. Dan kami memilih warung makan padang..

Ktanya si yg pling banyak didatengin ma orang2.. Kenyang... Abis itu muter2 kota Sabang. Puas kliling kota, kami menuju Kilometer 0. Jalannya agak rusak dan berat menanjak. D
itengah perjalanan kami disambut dengan
gerombolan monyet yg siap menanti pisang yg ka
mi beli sebelumnya. Dibeberapa titik beberapa sapi dengan santainya leyeh2 ditengah jalan. Ckckckck.. bener2 santai banget ni sapi.
Akhirnya sampai jg di titik nol. Sayang sekali objek wisata ini tdk terawat dengan baik. WCnya juga bau & ga ada air. Ahh... padahal banyak penduduk Indonesia yg bermimpi untuk bs sampai kesini.
Sorenya langsung ke penginapan di pantai Iboih. Menginap disana sampe bsk sorenya. Pantai Iboih merupakan lokasi para backpacker yg

doyan snorkling & diving. Spot taman laut di daerah ini emang terkenal bagus. Pagi hari kami mencoba menyebrang ke pulau Rubiah. Makan siang di warung yg cmn satu2nya. Trus berlanjut dengan snorkling. Woooooowwwww.... Dipantainya langsung tersaji taman laut yg indah dan mengagumkan. Tdk ada bulu babi dan rekan kami sempat ketemu lobster. Sayang kami tdk bs lama disini

Sorenya kami berpindah menginap di Santai Sumur Tiga demi mendapatkan sunrise. Tempatnya bagus banget. Pemiliknya bung Freddy *doi ga mau dipanggil mr. Freddy* sendiri yg menangani. Bahkan yg menjadi kokinya jg. Agak mahal si. Tp ga rugilah.. Saat itu lg penuh. Walhasil kebagian nginep d ruang meeting. Gpplah.. jd lebih murah toh..

Sayangnya sunrise yg kami tunggu2 tertutup awan.. Jadinya ya tetep snorklingan aja. Diriku.. terdampar di kamar, demam gtlah..
Siangnya kami pun pulang ke Banda dengan kapal ferry ASDP.
Oya.. sempet kenalan ma dede manis demi minta tolong pembuatan sertifikat 0 km. Hiks... makasi ya dede Yenny.. Tanpa dirimu tak mungkin kami bs dapet sertifikat ini. Scr ya.. pembuatannya aja butuh waktu 3 hari.

Heem... kapan lg ya bs ke Sabang..

Transportasi ke Sabang
Kapal Rondo, waktu tempuh 45 menit
Ulee Lhue - Balohan pukul : 09.30 WIB
Balohan - Ulee Lhue pukul : 16.00 WIB
Biaya :

Ekonomi Rp. 60,000 - Bisnis Rp. 70,000 - VIP Rp. 80,000
Kapal Feri ASDP waktu tempuh 2 jam
Pelabuhan Malahayati - Pelabuhan Balohan : 14.00
Pelabuhan Balohan - Pelabuhan Malahayati : 07.00
Biaya :
Ekonomi Rp. 14.000
::imansoe::
w/
Cisil,
Noer,
Opang &
Son2Sabang, 17 - 19 Maret 2008